Tampilkan postingan dengan label Percakapan Dua Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Percakapan Dua Hati. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

Selamat Ulang Tahun ke-22

27 Februari,
kau ingat itu hari apa?
Benar, hari yang spesial untukmu
dan juga jadi hari istimewa untukku
Dahulu, selama lima tahun
aku selalu semangat untuk menyambut hari ini
Dada berdegup, tak sabar mendengar suara lembutmu
Dan apa kau juga ingat
saat pertama kali kita lewatkan hari istimewa itu bersama?
Matamu berbinar ketika kuberikan sebuah bingkisan
Bingkisan yang berisi masakan pertamaku
Kau terlihat begitu bahagia waktu itu
dan aku hanya bisa membalas dengan tersipu
Tapi masa putih abu-abu itu sudah lama lewat
Bahkan sekarang kau tak lagi tinggal di dunia yang sama denganku
Dan tak lagi bisa kuucapkan kalimat itu untukmu
Tapi...
di manapun kau berada sekarang
kuharap kau selalu bahagia di tempatmu
Semoga suatu saat nanti kita akan bersama lagi
dan aku berjanji
tak akan pernah melupakan hari-hari kita
Selamat berbahagia, Bayu

Jumat, 03 Desember 2010

Mungkinkah Kan Seperti Dulu?

Kau berkata, ingin seperti dulu lagi
tapi mungkinkah?
Kau ingin kembali ada di hati ini
tapi aku tak yakin
Dan kau pun akhirnya memintaku
memberikan waktu untukmu
agar dapat membuktikan semua

Tapi rasa takut
selalu muncul dan menghantui
Andai kau tahu
hatiku tlah terluka begitu dalam
Dan aku tak tahu
kapan luka itu bisa sembuh

Tapi malam itu
kembali mendekatkan hati kita
Lewat syair merdu lagu itu
yang diterbangkan sang angin
Mengantar kita pada alam yang indah
di sana, bersama

Tapi, mungkinkah
semua kan seperti dulu?
Smoga kau tak lagi mengecewakanku
                                                        Yogyakarta, 29Nov'10

Senin, 29 November 2010

Pantaskah Aku?

Pantaskah aku menjadi seorang putri?
yang selalu ada di sampingmu?
Sementara para gadis berebut perhatianmu
Mereka sibuk membicarakanmu
Mulai dari wajah, kepandaian, kebaikan,
hingga gayamu tampil di hadapan mereka
Kau pangeran kebanggaan mereka
Tapi pantaskah aku?
Jika aku adalah salah satu
di antara mereka 
dan memimpikan kau sebagai pangeranku?
hingga membuat mereka iri
kala aku berjalan bersanding denganmu
Semua pasang mata
kan memandang ke arah kita
memperhatikan kita setiap langkah
Tapi....
Sekali lagi kutanya
Pantaskah aku menjadi seorang putri untukmu?
Andai itu jadi kenyataan
dan semoga aku bukan pungguk merindukan bulan      (awal tahun 2010)

Selasa, 23 November 2010

Oktober Kelabu

Masih ingatkah kau apa yang pernah kukatakan?
tentang sebuah janji yang kuucapkan
Tak akan pernah kutinggalkan dirimu
kan kutemani kau selalu
dalam suka duka senang maupun sedih
kan kujaga hati ini sepenuhnya untukmu
tapi...selama tak ada wanita lain di hatimu
slamanya, hanya aku

Namun, kini janji itu hilang
membumbung tinggi bersama sang angin
hingga aku tak lagi dapat menjangkaunya

Ada hati yang terluka saat janji itu teringkari
Ada jiwa yang menahan derita saat hatimu tlah mendua
Tahukah kamu tentang itu?

Bagitu sakit...teramat sakit....
Maka maaf, jika aku menghilang
maaf, jika aku menyusahkan dan membuatmu bingung
maaf, jika aku membuat air matamu menetes

Aku terlalu kecewa dan sakit
atas semua yang terjadi
tapi aku ingin tahu
masihkah aku berarti dalam hidupmu?

Meskipun kini kisah kita tak semanis dulu
tapi cerita tentang kita tetap indah untuk selamanya
Bukankah hidup memang tak semanis kembang gula?

Karena itu aku kembali
aku kan tetap ada untukmu sama seperti dahulu
aku kan menemanimu slalu saat suka duka senang dan sedih
dan menunggumu hingga malam mempersatukan kita kembali
bersama puisi juga diiringi syair merdu
kita pun terlelap dan bertemu di alam mimpi
hingga saat mentari muncul dari ufuk timur
dan kembali kudengar suara lembutmu menyapaku
Hari-hari yang begitu indah

Akankah semua bisa seperti dulu?
tanpa ada orang lain di antara kita berdua
Semoga ini bukan akhir kisah kita
Seperti yang slalu kau bilang
Matahari tak pernah padam, bukan?
(Pati, 13nov10)